Rilis · 2 menit baca · 21 Oktober 2026

CMS untuk editor yang bukan developer-nya

Admin panel biasanya pas untuk orang yang membangunnya. Yang ini pas untuk orang yang benar-benar memakainya: editor yang lebih senior, jadi hurufnya lebih besar, kontrasnya lebih tinggi, dan label tidak pernah disembunyikan.

Meja kartun dengan monitor besar berisi form sederhana bertombol besar, di samping kacamata baca dan cangkir
16 px
ukuran minimum teks body di CMS
13 px
teks terkecil yang boleh ada di mana pun
44 px
ukuran minimum target sentuh

01 · Siapa yang benar-benar mengedit

Editornya lebih senior dari orang yang biasanya menguji admin panel.

Template admin bawaan mengasumsikan tabel 14 px, placeholder abu-abu di atas abu-abu, dan ikon tanpa label. Itu tidak masalah bagi developer jam 2 pagi. Tapi itu tembok bagi orang yang sesekali memperbarui situs dan tidak mau menelepon minta bantuan. Jadi brief CMS-nya menulis dengan jelas: tegas, mudah dibaca, ramah orang tua.

02 · Skala huruf yang lebih besar

Setiap ukuran lebih besar dari admin panel biasa.

  • judul halaman: 28 px / 36 px, bold
  • judul section: 22 px / 30 px
  • header tabel: 18 px / 26 px
  • body dan sel tabel: 16 px / 26 px
  • label dan caption: 14 px
  • 13 px hanya untuk breadcrumb dan meta, dan tidak ada yang lebih kecil di mana pun

03 · Font untuk membaca, bukan untuk branding

Situs publik dan CMS sengaja memakai font body yang berbeda.

Situs publik tetap memakai sans modernnya. CMS beralih ke Source Sans 3, yang x-height-nya besar dan bentuk hurufnya terbuka, sehingga tetap terbaca di ukuran kecil untuk mata yang lebih senior. Judulnya tetap memakai font heading brand, jadi CMS-nya tetap terasa milik mereka.

04 · Aturan yang lebih penting dari tampilan

Sebagian besar kemenangannya berupa aturan, bukan styling.

  • Setiap pasangan teks dan background memenuhi WCAG AA (4,5:1 untuk teks normal).
  • Jangan menyampaikan sesuatu hanya dengan warna. Tambahkan ikon, teks, atau pola.
  • Setiap field punya label yang terlihat. Placeholder adalah petunjuk, bukan label.
  • Error muncul sebagai teks di bawah field, bukan hanya border merah.
  • Setiap elemen interaktif punya focus ring 2 px yang terlihat.
  • Tab bahasa untuk konten bilingual dibuka di Bahasa Indonesia, bahasa utama editornya, dan bisa diganti dengan tombol panah.

05 · Kepadatan itu masukan, bukan selera

Di CMS lain, QA minta ruang lebih lega, dan mereka benar.

File desainnya memakai unit spacing 4 px. Setelah masukan QA, saya menaikkan unit dasarnya ke 4,8 px dan menaikkan seluruh skala huruf satu tingkat. Itu sengaja menyimpang dari file desain, dan alasannya didokumentasikan, supaya tidak ada yang "membetulkannya" kembali nanti.

06 · Aturan yang sama di luar CMS

Desain untuk orang yang memegang mouse.

Saya menerapkan cara berpikir yang sama di tool browser kecil untuk mencetak plat nomor rumah, dengan preset per perumahan: tombol minimal 50 px dan teks 16 px, karena tool itu dirancang untuk pengguna lansia. Tidak ada yang istimewa dari semua ini. Hanya saja ini bukan default.

Tulisan berikutnyaAudit SEO yang menolak menilai mitos